<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-893449140172273490</id><updated>2012-02-16T19:17:52.725-08:00</updated><title type='text'>FISIKA ASIK</title><subtitle type='html'>Blog ini berisi tentang segala macam yang berkaitan dengan fisika, semoga blog ini dapat membantu memberika info kepada yang membutuhkan</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://bluelightsigits.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/893449140172273490/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bluelightsigits.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>zona edukasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13163762067109724839</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-EJ_zOGV2x68/Ttc3qHAdnmI/AAAAAAAAAA8/tING7qjifo4/s220/my.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>1</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-893449140172273490.post-148265207057509467</id><published>2011-12-06T15:06:00.000-08:00</published><updated>2011-12-06T15:06:13.934-08:00</updated><title type='text'>TEORI HELIOSENTRIS</title><content type='html'>Heliosentris : Copernicus dan Kepler&lt;br /&gt;Disusun oleh: &lt;br /&gt;SIGIT RAHMAN SUGANDI 1002533&lt;br /&gt; Konsep&lt;br /&gt;Pada umumnya bangsa Yunani dan orang-orang yang hidup pada abad pertengahan memiliki pegangan yang kuat sebagai pandangan mereka tentang alam semesta, yaitu teori geosentris (Bumi sebagai pusat). Menurut teori ini, Bumi sebagai pusat alam semesta berada dalam keadaan diam dan planet-planet, Matahari, serta benda-benda langit lainnya bergerak mengitarinya. Gerak semu (apparent motions) planet, bulan, dan matahari relatif terhadap bintang dan terhadap satu sama lain dijelaskan secara lengkap dalam teori geosentris Hipparchus yang dikembangkan sekitar tahun 140 sebelum masehi. Namun teori geosentris memiliki kelemahan yaitu sulitnya menjelaskan fenomena retrogresi (gerak balik) periodik dari planet. Fenomena retrogresi diakibatkan karena lintasan semu planet sepanjang tahun relatif terhadap bintang-bintang adalah berupa lengkungan (kurva) yang tidak rata. Malahan, adakalanya planet-planet teramati seolah-olah bergerak mundur (berbalik) sebelum akhirnya bergerak maju kembali  selama periode orbitnya. Akhirnya pada tahun 1543 teori geosentris dipatahkan oleh teori heliosentris yang diajukan oleh Nicolaus Copernicus. Dalam teori heliosentris, mataharilah sebagai pusat tata surya. Matahari dikelilingi oleh planet-planet, asteroid, komet, dan meteorid.&lt;br /&gt;Dalam model  heliosentris Copernicus, Matahari dianggap berada pada pusat alam semesta, bintang-bintang terletak pada bulatan angkasa dan berputar mengelilingi Matahari. Diantara Bintang-bintang dan Matahari terdapat planet-planet termasuk Bumi yang berputar mengelilingi Matahari dalam masing-masing orbitnya dengan lintasan orbit berbentuk lingkaran. Gerak mundur semu dalam peredaran planet-planet yang sulit dijelaskan oleh model  geosentris, dapat dijelaskan  dengan mudah dalam model heliosentris, dengan menggunakan konsep gerak relatif antara Bumi dan planet-planet lain yang bergerak disekitar Matahari dengan kecepatan sudut putar yang berbeda-beda. Namun model heliosentris Copernicus memiliki beberapa kelemahan, yaitu bintang-bintang tidak berputar mengelilingi matahari dan planet-planet tidak bergerak mengelilingi matahari dengan lintasan yang berupa lingkaran. Selanjutnya model ini disempurnakan oleh Johannes Kepler, dan melahirkan hukum 1 Kepler, hukum II Kepler, dan hukum III Kepler.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Cara kerja konsep Heliosentris&lt;br /&gt;Konsep heliosentris melahirkan hukum-hukum yang dicetuskan oleh Johannes Kepler, yaitu:&lt;br /&gt; Hukum I Kepler&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Persamaan elips dari hukum pertama Kepler dirumuskan seperti berikut  : &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;dimana  e  adalah  eksentrisitas  yang  merupakan  perbandingan  antara  jarak  dua fokus dengan diameter panjang elips. Nilai eksentrisitas menentukan bentuk elips apakah  makin  lonjong  atau  makin  mendekati  bentuk  lingkaran.  Jika  e  =  0,  maka orbit  planet  akan  berupa  lingkaran.  Eksentrisitas  bumi,  ebumi  =  0,017,  hampir mendekati nol, jadi orbit bumi hampir mendekati lingkaran.   Akibat  lintasan  orbit  planet  berbentuk  elips,  maka  selama  suatu  planet bergerak  mengelilingi  matahari  menempuh  satu  putaran  penuh  yang  disebut  satu tahun pleneter, jarak antara planet tersebut dengan  Matahari akan selalu berubah-ubah. Titik  pada lintasan  orbit  planet  yang  menandai  posisi    paling  dekat  planet  ke  Matahari disebut  perihelium. Sedangkan titik  pada  lintasan  orbit  Planet  yang  menandai  posisi  paling  jauh  Planet  ke  Matahari  disebut  aphelium. Arah  rotasi  planet-planet  dalam  arah  berlawanan  dengan  arah  putar  jarum jam,  kecuali  untuk  planet  Venus  dan  Uranus.  Para  astronom  menetapkan  arah putar  berlawanan  dengan  arah  putar  jarum  jam  sebagai  gerak  langsung  (direct), sedangkan  arah  putar  searah  dengan  arah  putaran  jarum  jam  disebut  gerak  balik (retroge).  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Hukum II Kepler&lt;br /&gt;Hukum  kedua  Kepler  yang  disebut  juga  sebagai  hukum  kesamaan  luas yang  dipublikasikan  pada  tahun  1609,  menyatakan  bahwa  luas  (S)  yang  disapu oleh  garis  penghubung  antara  planet  dan  Matahari  dalam  selang  waktu  (t)  yang sama  adalah  sama  (S1  =  S2  =  S3),  seperti  ditunjukkan  pada gambar. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Hukum  ini  secara  tidak  langsung  menyatakan  bahwa kecepatan  orbit  suatu  Planet  mengitari  matahari  tidaklah  konstan  (uniform) melainkan berubah-ubah. Planet akan bergerak lebih cepat dalam orbitnya ketika berada pada daerah  yang dekat dengan matahari, dan akan bergerak lebih lambat dalam  orbitnya  ketika  berada  pada  daerah    yang  jauh  dari  matahari.  Kecepatan orbit Planet berbanding terbalik dengan jaraknya terhadap matahari. Dalam notasi matematis , hukum ini dapat dirumuskan   sebagai:  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;dengan C adalah konstanta. Persamaan ini dapat dibaca laju perubahan luas yang disapu garis penghubung planet-Matahari terhadap waktu adalah tetap, S1 = S2 = S3. Hukum  kesamaan  luas  ini  terbentuk  sebagai  konsekuensi  dari  adanya  kekekalan momentum  sudut  dari  planet-planet  ketika  berputar  mengelilingi  Matahari. Jika  momentum  sudut  suatu  planet  yang  mengitari  matahari  adalah  kekal, maka planet harus bergerak lebih cepat bila dekat dengan matahari, dan bergerak lebih  lambat  jika  berada  jauh  dari  Matahari.  Planet-planet  yang  berputar mengelilingi  Matahari  memiliki  momentum  sudut  yang  tetap,  karena  tidak  ada gaya yang bekerja dalam arah geraknya. Gaya tarik matahari arahnya membentuk sudut  〖90〗^o  terhadap  arah  gerak  Planet&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Hukum III Kepler.&lt;br /&gt;Hukum  ketiga  Kepler  yang  disebut  juga  sebagai  hukum  harmonik  yang dipublikasikan  pada  tahun  1618,  menyatakan  bahwa  perbandingan  kuadrat  periode revolusi (T2) terhadap pangkat tiga dari jarak rata-rata planet ke Matahari (jari-jari  elips  =  R3)  adalah  sama  untuk  semua  planet.  Secara  matematika, pernyataan tersebut  dapat dirumuskan seperti berikut : &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Disini  C  adalah  suatu  konstanta  yang  memiliki  nilai  yang  sama  untuk  semua Planet. Hukum ini secara eksplisit menyatakan hubungan antara periode revolusi suatu  Planet  dengan  jaraknya  terhadap  matahari.  Makin  jauh  jarak  Planet  ke matahari  (makin  besar  diameter  orbit  Planet),  makin  lama  periode  revolusinya. Planet  yang  memiliki  diameter  orbit  paling  kecil  adalah  Merkurius  dan  yang paling  besar  adalah  Pluto.  Jika  Bumi  dijadikan  sebagai  acuan,  dimana  jarak  antara  Bumi  dan Matahari  adalah  sekitar  150  x  106  km  yang  disebut  sebagai  1  SA,  dan  periode revolusi  Bumi  adalah  1  tahun,  maka  konstanta  C  =  1,  dan  persamaan  hukum ketiga Kepler  menjadi : &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;disini  R adalah jarak rata-rata Planet ke Matahari dalam satuan SA dan T adalah periode revolusi planet dalam satuan tahun. Jarak  rata-rata  setiap  Planet  ke  Matahari  dan  periode  revolusinya dirangkumkan dalam tabel.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Tokoh yang mengembangkan.&lt;br /&gt;Seperti yang sebagian telah dijelaskan di atas, ternyata teori ini sangat panjang sejarahnya hingga menemukan hukum-hukum yang sesuai dengan teori heliosentrik. &lt;br /&gt;Nicolaus Copernicus (1473-1543) merupakan orang pertama yang secara terang-terangan menyatakan bahwa Matahari merupakan pusat sistem Tata Surya, dan Bumi bergerak mengeliinginya dalam orbit lingkaran. Untuk masalah orbit, data yang didapat Copernicus memperlihatkan adanya indikasi penyimpangan kecepatan sudut orbit planet-planet. Namun ia mempertahankan bentuk orbit lingkaran dengan menyatakan bahwa orbitnya tidak kosentrik. Teori heliosentrik disampaikan Copernicus dalam publikasinya yang berjudul De Revolutionibus Orbium Coelestiumkepada Paus Pope III dan diterima oleh gereja.&lt;br /&gt;Tapi dikemudian hari setelah kematian Copernicus pandangan gereja berubah ketika pada akhir abad ke-16 filsuf Italy, Giordano Bruno, menyatakan semua bintang mirip dengan Matahari dan masing-masing memiliki sistem planetnya yang dihuni oleh jenis manusia yang berbeda. Pandangan inilah yang menyebabkan ia dibakar dan teori Heliosentrik dianggap berbahaya karena bertentangan dengan pandangan gereja yang menganggap manusialah yang menjadi sentral di alam semesta. Walaupun Copernicus telah menerbitkan tulisannya tentang Teori Heliosentrik, tidak semua orang setuju dengannya. Salah satunya, Tycho Brahe (1546-1601) dari Denmark yang mendukung teori matahari dan bulan mengelilingi bumi sementara planet lainnya mengelilingi matahari. Tahun 1576, Brahe membangun sebuah observatorium di pulau Hven, di laut Baltic dan melakukan penelitian disana sampai kemudian ia pindah ke Prague pada tahun 1596.&lt;br /&gt;Di Prague, Brahe menghabiskan sisa hidupnya menyelesaikan tabel gerak planet dengan bantuan asistennya Johannes Kepler (1571-1630). Setelah kematian Brahe, Kepler menelaah data yang ditinggalkan Brahe dan menemukan bahwa orbit planet tidak sirkular melainkan elliptik.&lt;br /&gt;Kepler kemudian mengeluarkan tiga hukum gerak orbit yang dikenal sampai saat ini yaitu :&lt;br /&gt; Planet bergerak dalam orbit ellips mengelilingi matahari sebagai pusat sistem.&lt;br /&gt; Radius vektor menyapu luas yang sama dalam interval waktu yang sama.&lt;br /&gt; Kuadrat kala edar planet mengelilingi matahari sebanding dengan pangkat tiga jarak rata-rata dari matahari.&lt;br /&gt;Kepler menuliskan pekerjaannya dalam sejumlah buku, diantaranya adalah Epitome of The Copernican Astronomy dan segera menjadi bagian dari daftar Index Librorum Prohibitorum yang merupakan buku terlarang bagi umat Katolik. Dalam daftar ini juga terdapat publikasi Copernicus, De Revolutionibus Orbium Coelestium.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Aplikasi teori Heliosentrik&lt;br /&gt;Secara langsung teori heliosentrik dapat diaplikasikan dalam pembuatan kalender masehi (kalender matahari) yang dipakai kita saat ini, kalender matahari dibuat berdasarkan perhitungan bumi berevolusi mengelilingi matahari. Secara tidak langsung juga teori heliosentrik dipakai dalam pengembangan beberapa hal seperti dibawah ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awal mula dipakainya teleskop &lt;br /&gt;Pada tahun 1608, teleskop dibuat oleh Galileo Galilei (1562-1642), .Galileo merupakan seorang professor matematika di Pisa yang tertarik dengan mekanika khususnya tentang gerak planet. Ia salah satu yang tertarik dengan publikasi Kepler dan yakin tentang teori heliosentrik. Dengan teleskopnya, Galileo berhasil menemukan satelit-satelit Galilean di Jupiter dan menjadi orang pertama yang melihat keberadaan cincin di Saturnus.&lt;br /&gt;Salah satu pengamatan penting yang meyakinkannya mengenai teori heliosentrik adalah masalah fasa Venus. Berdasarkan teori geosentrik, Ptolemy menyatakan venus berada dekat dengan titik diantara matahari dan bumi sehingga pengamat dari bumi hanya bisa melihat venus saat mengalami fasa sabit.&lt;br /&gt;Tapi berdasarkan teori heliosentrik dan didukung pengamatan Galileo, semua fasa Venus bisa terlihat bahkan ditemukan juga sudut piringan venus lebih besar saat fasa sabit dibanding saat purnama. Publikasi Galileo yang memuat pemikirannya tentang teori geosentrik vs heliosentrik, Dialogue of The Two Chief World System, menyebabkan dirinya dijadikan tahanan rumah dan dianggap sebagai penentang oleh gereja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dasar yang diletakkan Newton&lt;br /&gt;Di tahun kematian Galileo, Isaac Newton (1642-1727) dilahirkan. Bisa dikatakan Newton memberi dasar bagi pekerjaannya dan orang-orang sebelum dirinya terutama mengenai asal mula Tata Surya. Ia menyusun Hukum Gerak Newton dan kontribusi terbesarnya bagi Astronomi adalah Hukum Gravitasi yang membuktikan bahwa gaya antara dua benda sebanding dengan massa masing-masing objek dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara kedua benda. Hukum Gravitasi Newton memberi penjelasan fisis bagi Hukum Kepler yang ditemukan sebelumnya berdasarkan hasil pengamatan. Hasil pekerjaannya dipublikasikan dalamPrincipia yang ia tulis selama 15 tahun.&lt;br /&gt;Teori Newton menjadi dasar bagi berbagai teori pembentukan Tata Surya yang lahir kemudian, sampai dengan tahun 1960 termasuk didalamnya teori monistik dan teori dualistik. Teori monistik menyatakan bahwa matahari dan planet berasal dari materi yang sama. Sedangkan teori dualistik menyatakan matahari dan bumi berasal dari sumber materi yang berbeda dan terbetuk pada waktu yang berbeda.&lt;br /&gt;Daftar Pustaka&lt;br /&gt; Nasution, Ismail Hakim. (2010). Geosrntris dan Heliosentris.[online].Bin Hakim. Tersedia: http://www.binhakim.com/2011/07/geosentris-dan-heliosentris.html [20 Nopember2011]&lt;br /&gt; Suhandi, Andi.(2010). Tata Surya.[online]. Tersedia: http ://file.upi.edu/Direktori/DUAL-MODES/KONSEP_DASAR_BUMI_ANTARIKSA_UNTUK_SD/BBM_6.pdf [21Nopember2011]&lt;br /&gt; Puspita, Melisa. Heliosentrik dan Gereja.[online]. Tersedia: http://melisa07.blogspot.com/2010/12/teori-heliosentrik-dan-gereja.html[22 Nopember 2011]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/893449140172273490-148265207057509467?l=bluelightsigits.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bluelightsigits.blogspot.com/feeds/148265207057509467/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bluelightsigits.blogspot.com/2011/12/teori-heliosentris.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/893449140172273490/posts/default/148265207057509467'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/893449140172273490/posts/default/148265207057509467'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bluelightsigits.blogspot.com/2011/12/teori-heliosentris.html' title='TEORI HELIOSENTRIS'/><author><name>zona edukasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13163762067109724839</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-EJ_zOGV2x68/Ttc3qHAdnmI/AAAAAAAAAA8/tING7qjifo4/s220/my.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
